ABSTRAK
Sunardi,S.Pd, NIP. 131576352. Peningkatan Kemampuan Membaca
Cepat dengan Penghitungan Kemampuan Efektif Membaca (KEM)
Kelas VII C SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Pembelajaran 2008/2009.
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ).
Kemampuan membaca cepat siswa SMP Negeri 14 Purworejo kurang memuaskan. Padahal, silabus Bahasa Indonesia menyatakan siswa diharapkan mampu membaca cepat 200-300 kata per menit dengan pemahaman 75 % terhadap isi bacaan. Berdasarkan hal itu penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca cepat dan pemahaman isi bacaan lewat prosedur (1) menghitung/ menjumlah berapa kata yang dibaca siswa dalam tiap menit (2) menilai kemampuan menjawab isi bacaan (3) memasukkan hasil hitungan dengan rumus KEM :jumlah kata terbaca tiap menit dikalikan skor jawaban benar.
Hasil penelitian terhadap siswa kelas VII C SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Pembelajaran 2008 / 2009 diperoleh hasil memuaskan. Pada siklus kedua ada peningkatan kemampuan efektif membaca (KEM ) sebesar 45,91 %. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca cepat siswa kelas VII C SMP Negeri 14 Purworejo dapat ditingkatkan dengan penghitungan rumus kemamampuan efektif membaca (KEM).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
CONTOH LAGI ARTIKEL SEMACAM
BalasHapusPENINGKATAN
KECEPATAN EFEKTIF MEMBACA (KEM)
DENGAN TEKNIK TRI FOKUS STEVE SNYDER
Muhammad Sarwono*)
Abstrak. Kecepatan Etektif Membaca (KEM) siswa kelas 3 D SLTP 3 Patebon, Kendal masih rendah, yaitu 106 kpm. Angka ini masih jauh dari angka KEM ideal untuk siswa SLTP yaitu 250 kpm. Hal ini disebabkan antara lain belum diternukannya pendekatan/metode/teknik pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan, antara lain: (1) agar siswa dapat menumbuhkan kemampuan membaca pemahaman untuk menangkap informasi bacaan, dan (2) agar siswa dapat meningkatkan KEM mereka.
Usaha pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Tri Fokus Steve Snyder. Pembelajaran tersebut dibagi dalam sejumlah kegiatan, yaitu; (1) pendahuluan, yang meliputi pemberian motivasi berkaitan dengan kegiatan membaca cepat dan pemahaman serta pengenalan (penjelasan) tentang teknik Tri Fokus Steve Snyder, (2) kegiatan inti, yaitu praktik membaca dengan teknik Tri Fokus Steve Snyder, dan (3) penutup, yaitu evaluasi atau pengukuran KEM siswa.
Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran yang menggunakan Teknik Tri Fokus Steve Snyder dapat disimpulkan bahwa: (1) rata-rata KEM siswa kelas 3 D meningkat dari 106,50 kpm pada pembelajaran pertama (tidak menggunakan teknik trifokus) menjadi 128,72 kpm pada pembelajaran kedua, dan (2) terjadi perubahan minat, motivasi, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.
TAKKUMPULKE TULADHA PETEKA MANEH-SAKA INYERNET
BalasHapusMENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM BIMBINGAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI ALAT PERAGA VISUAL DI KELAS 1 PENJUALAN 1 SMK NEGERI 1 PURWOKERTO
Oleh :
Dra. RUBIYAH
(Ketua MGMP BK Kabupaten Banyumas, Anggota ISPI)
ABSTRAK
Pendidikan merupakan proses perubahan dalam diri anak dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari anak-anak menuju dewasa. Pada usia remaja yang merupakan usia peralihan dari anak-anak menuju dewasa, perubahan yang menonjol adalah mulai berfungsinya alat reproduksi. Hal tersebut ditandai dengan perkembangan perilaku seksual remaja yang sangat dipengaruhi oleh sumber informasi yang diperoleh. Jika informasi yang diperoleh benar dan dapat dipertanggungjawabkan maka perkembangan perilaku seksual remaja positif dan sebaliknya. Tidak jarang pada usia remaja, mereka mengalami masalah yang berakibat fatal bagi masa depannya.
Dari data siswa drop out di SMK N 1 Purwokerto pada tahun pelajaran 2004/2005 dan tahun 2005/2006 dari jumlah siswa drop out, 50 % lebih disebabkan hamil pada saat masih sekolah dan pergaulan bebas.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah dengan perubahan kegiatan bimbingan kesehatan reproduksi remaja melalui alat peraga visual dapat meningkatkan motivasi siswa mengikuti bimbingan dan dapat berhasil dengan efektif ?
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tindakan yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti bimbingan kesehatan reproduksi remaja serta untuk memperbaiki tindakan yang dapat meningkatkan hasil bimbingan terhadap siswa dalam memahami kesehatan reproduksi remaja secara efektif, tepat guna dan tepat sasaran.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan. Metode pengumpulan data yang dipakai, observasi untuk mengamati perilaku siswa dalam mengikuti bimbingan dan mengamati motivasi ketrampilan dasar siswa. Wawancara untuk mengungkap motivasi siswa mengikuti bimbingan serta penguasaan materi dan fungsi alat peraga yang dipakai. Untuk melengkapi data, peneliti juga memberikan angket dan mengadakan tes tertulis.
Analisis data menggunakan analisis deskriptif prosentase dengan cara hasil observasi dan wawancara ditabulasi secara nominal, sedangkan hasil angket dari data kualitatif dikuantitatifkan. Dari prosentase yang diperoleh digunakan untuk mengetahui sejauh mana terjadi perubahan.
Dari analisis data antar siklus menunjukkan hasil sebagai berikut :
1. observasi untuk mengamati perilaku siswa dalam mengikuti bimbingan pada siklus 1 rata-rata 44,7 % dan pada siklus 2 menjadi 72,78 %.Observasi untuk mengamati motivasi ketrampilan dasar siswa dari 76,75 % pada siklus 1 menjadi 94,75 % pada siklus 2.
2. hasil wawancara pada siklus 1, 77,4 % menjadi 92,9 % pada siklus 2.
3. hasil angket juga mengalami peningkatan yang signifikan terbukti yang memperoleh hasil “cukup” menurun dari 12,9 % menjadi 4 % saja, tetapi yang memperoleh hasil “sangat memuaskan” meningkat dari 67,9 % menjadi 88,5 %.
Dari kondisi awal ( pra siklus ) dan hasil penelitian dengan hasil seperti di atas membuktikan hipotesis peneliti yaitu jika bimbingan kesehatan reproduksi remaja dilaksanakan dengan alat peraga visual maka motivasi siswa mengikuti bimbingan akan meningkat, terbukti.
Kata Kunci : Motivasi siswa, kesehatan reproduksi remaja, alat peraga visual