PEMERINGKATAN SEKOLAH BERDASARKAN NILAI ULANGAN SISWA
Menjelang akhir semester ,kegiatan suatu sekolah adalah melaksanakan tes atau semacamnya.Hasil tes ini digunakan untuk membuat peringkat suatu sekolah.Jadi peringkat sekolah berdasarkan hasil ulangan.
Sejalan dengan perkembangan sekarang muncul sekolah standar nasional dan sekolah bertaraf internasional. Namun , sekolah-sekolah ini masih menggunakan soal-soal yang sama dengan yang dikerjakan sekolah-sekolah nonstandar atau nontaraf.Lalu apa bedanya. Sekolah yang berstandar nasional atau taraf internasional seharusnya menggunakan soal yang berbeda dengan soal yang dikerjakan sekolah biasa.
Sebelas Kebijakan Terobosan Lanjutan Masal Pendidikan
Jakarta, Sabtu (2 Mei 2009) -- Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada 2009 telah menetapkan sebelas kebijakan terobosan lanjutan secara masal pendidikan. Pada akhir 2008 hampir seluruh indikator kinerja utama rencana strategis tercapai dengan baik, bahkan banyak yang melampaui target. Kebijakan masal pendidikan selama ini telah menunjukkan hasil - hasil yang positif.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2009 di Depdiknas, Jakarta, Sabtu (2/05/2009). Tema peringatan Hardiknas 2009 adalah Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa.
Mendiknas menyebutkan sebelas terobosan masal pendidikan, yakni melanjutkan pendanaan pendidikan secara massal, melanjutkan peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik, penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk e-pembelajaran dan e-administrasi, pembangunan prasarana dan sarana pendidikan, rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, dan reformasi perbukuan secara mendasar.
Selanjutnya, peningkatan mutu dan daya saing pendidikan dengan pendekatan komprehensif, perbaikan rasio peserta didik SMK:SMA, otonomisasi satuan pendidikan, intensifikasi dan ekstensifikasi pendidikan nonformal dan informal untuk menggapaikan layanan pendidikan kepada peserta didik yang tidak terjangkau pendidikan formal (reaching the unreached), serta penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan dengan pendekatan komprehensif.
Mendiknas mengatakan, dalam kurun waktu 2005 - 2008, pendanaan pendidikan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOS Buku, Bantuan Khusus Murid (BKM), Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), dan program beasiswa telah menunjukkan hasil dan manfaat yang signifikan dalam pengembangan mutu pendidikan di Tanah Air. "Program BOS selama ini telah membebaskan sebanyak 70,3 persen murid SD/MI dan SMP/MTs dari pungutan biaya operasional dan semua siswa miskin bebas dari pungutan tersebut," katanya.
Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, dengan peningkatan biaya satuan BOS yang cukup signifikan maka mulai 2009 program BOS membebaskan seluruh peserta didik SD negeri dan SMP negeri dari semua pungutan biaya operasional sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). "Tahun 2008 kita berhasil menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada tingkat nasional," katanya.
Selanjutnya, kata Mendiknas, dalam hal peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik maka sesuai dengan Undang - Undang No.14/2005 tentang Guru dan Dosen, sejak 2006 sekitar 1,75 juta guru yang belum memperoleh S1/D4 harus meraih derajat tersebut dalam waktu sepuluh tahun. Kemudian, kata Mendiknas, sekitar 150.000 dosen yang belum S2 atau S3 harus meraihnya dalam waktu sepuluh tahun. "Seiring dengan upaya tersebut maka bagi para guru dan dosen yang telah berhasil memenuhi persyaratan undang - undang tersebut kesejahteraannya
ini yang anda cari NUPTK NOMOR UNIK PENDIDIK TENAGA KEPENDIDIKAN SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO AK SMP NEGERI 14 PURWOREJO ASEP RUKMANA 5 KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO MUHLASIN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 1554748650200032 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO MUSLICHUN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 1553731652200003 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO NURINI YUNIAR 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 9957745648300032 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO ONENG PARYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 3454728630300013 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO PAULUS EDY SETYANTO 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 5654741641200002 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RETNO SUNDARI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 9539747649300062 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RIRIN ISMIYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 7439744646300072 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RIYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 9840741642300072 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RUMILIN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 7739727630200012 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RUMPANDI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 6837734637200042 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SITI MODESWATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 5960747648300012 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SITI MURDIYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 8551738641300013 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SITI ROCHAJAH 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 3135728629300013 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SITI TAMSIYAH 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 6442739641300042 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SLAMET 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 7443735636200013 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SRI ROCHATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 0362737638300023 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SRI WAHYUNING WIDYASTUTI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 8759754655300042 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SUNARDI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 6840745647200042 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SUNARDI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 0838741643200062 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SURYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 0437748650300073 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SUWARDI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 9439736637200012 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SUWARNO 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 3433739640200202 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO TUDJIONO 2=DITERIMA 2740731634200012 KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO WAGIRAN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 6648728629200002 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO WASIMIN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 4449740646200003 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO WIDYATMOKO EKO PUTRANTO 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 8746738639200042 di SMP N 14 PURWOREJO KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO WISNU CAHYONO 2=DITERIMA 1033754656200053 KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO YATIMAH 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 5357746648300053 di SMP N 14 PURWOREJO
PEMERINGKATAN SEKOLAH BERDASARKAN NILAI ULANGAN SISWA
BalasHapusMenjelang akhir semester ,kegiatan suatu sekolah adalah melaksanakan tes atau semacamnya.Hasil tes ini digunakan untuk membuat peringkat suatu sekolah.Jadi peringkat sekolah berdasarkan hasil ulangan.
Sejalan dengan perkembangan sekarang muncul sekolah standar nasional dan sekolah bertaraf internasional. Namun , sekolah-sekolah ini masih menggunakan soal-soal yang sama dengan yang dikerjakan sekolah-sekolah nonstandar atau nontaraf.Lalu apa bedanya.
Sekolah yang berstandar nasional atau taraf internasional seharusnya menggunakan soal yang berbeda dengan soal yang dikerjakan sekolah biasa.
Sebelas Kebijakan Terobosan Lanjutan Masal Pendidikan
BalasHapusJakarta, Sabtu (2 Mei 2009) -- Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) pada 2009 telah menetapkan sebelas kebijakan terobosan lanjutan secara masal pendidikan. Pada akhir 2008 hampir seluruh indikator kinerja utama rencana strategis tercapai dengan baik, bahkan banyak yang melampaui target. Kebijakan masal pendidikan selama ini telah menunjukkan hasil - hasil yang positif.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2009 di Depdiknas, Jakarta, Sabtu (2/05/2009). Tema peringatan Hardiknas 2009 adalah Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa.
Mendiknas menyebutkan sebelas terobosan masal pendidikan, yakni melanjutkan pendanaan pendidikan secara massal, melanjutkan peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik, penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk e-pembelajaran dan e-administrasi, pembangunan prasarana dan sarana pendidikan, rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, dan reformasi perbukuan secara mendasar.
Selanjutnya, peningkatan mutu dan daya saing pendidikan dengan pendekatan komprehensif, perbaikan rasio peserta didik SMK:SMA, otonomisasi satuan pendidikan, intensifikasi dan ekstensifikasi pendidikan nonformal dan informal untuk menggapaikan layanan pendidikan kepada peserta didik yang tidak terjangkau pendidikan formal (reaching the unreached), serta penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan dengan pendekatan komprehensif.
Mendiknas mengatakan, dalam kurun waktu 2005 - 2008, pendanaan pendidikan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOS Buku, Bantuan Khusus Murid (BKM), Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), dan program beasiswa telah menunjukkan hasil dan manfaat yang signifikan dalam pengembangan mutu pendidikan di Tanah Air. "Program BOS selama ini telah membebaskan sebanyak 70,3 persen murid SD/MI dan SMP/MTs dari pungutan biaya operasional dan semua siswa miskin bebas dari pungutan tersebut," katanya.
Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, dengan peningkatan biaya satuan BOS yang cukup signifikan maka mulai 2009 program BOS membebaskan seluruh peserta didik SD negeri dan SMP negeri dari semua pungutan biaya operasional sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). "Tahun 2008 kita berhasil menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada tingkat nasional," katanya.
Selanjutnya, kata Mendiknas, dalam hal peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik maka sesuai dengan Undang - Undang No.14/2005 tentang Guru dan Dosen, sejak 2006 sekitar 1,75 juta guru yang belum memperoleh S1/D4 harus meraih derajat tersebut dalam waktu sepuluh tahun. Kemudian, kata Mendiknas, sekitar 150.000 dosen yang belum S2 atau S3 harus meraihnya dalam waktu sepuluh tahun. "Seiring dengan upaya tersebut maka bagi para guru dan dosen yang telah berhasil memenuhi persyaratan undang - undang tersebut kesejahteraannya
ini yang anda cari
BalasHapusNUPTK
NOMOR UNIK PENDIDIK TENAGA KEPENDIDIKAN
SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO AK SMP NEGERI 14 PURWOREJO ASEP RUKMANA 5
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO MUHLASIN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 1554748650200032 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO MUSLICHUN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 1553731652200003 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO NURINI YUNIAR 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 9957745648300032 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO ONENG PARYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 3454728630300013 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO PAULUS EDY SETYANTO 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 5654741641200002 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RETNO SUNDARI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 9539747649300062 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RIRIN ISMIYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 7439744646300072 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RIYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 9840741642300072 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RUMILIN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 7739727630200012 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO RUMPANDI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 6837734637200042 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SITI MODESWATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 5960747648300012 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SITI MURDIYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 8551738641300013 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SITI ROCHAJAH 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 3135728629300013 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SITI TAMSIYAH 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 6442739641300042 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SLAMET 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 7443735636200013 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SRI ROCHATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 0362737638300023 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SRI WAHYUNING WIDYASTUTI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 8759754655300042 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SUNARDI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 6840745647200042 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SUNARDI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 0838741643200062 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SURYATI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 0437748650300073 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SUWARDI 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 9439736637200012 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO SUWARNO 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 3433739640200202 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO TUDJIONO 2=DITERIMA 2740731634200012
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO WAGIRAN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 6648728629200002 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO WASIMIN 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 4449740646200003 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO WIDYATMOKO EKO PUTRANTO 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 8746738639200042 di SMP N 14 PURWOREJO
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO WISNU CAHYONO 2=DITERIMA 1033754656200053
KAB. PURWOREJO BUTUH SMP NEGERI 14 PURWOREJO YATIMAH 5=DITOLAK Double Counting - Sudah ada NUPTK : 5357746648300053 di SMP N 14 PURWOREJO